Rabu, 11 September 2013

Harrison Ford Mengamuk, SBY Pangggil Menteri Kehutanan

Laporan: Anggi Kusumadewi, Dwifantya Aquina | Selasa, 10 September 2013. 
Presiden SBY berjabat tangan dengan Harrison Ford di Istana Negara.
Ford kesal sebab Menhut tak bisa langsung menangkap perusak hutan Riau
VIVAnews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa 10 September 2013, memanggil sejumlah menteri, termasuk Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, untuk mengklarifikasi kabar mengamuknya aktor Hollywood Harrison Ford di kantor Kementerian Kehutanan.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden juga ikut memanggil Wakil Presiden Boediono, Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, dan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto.

“SBY ingin mendapat laporan sesuai yang diberitakan di media mengenai apa yang terjadi di kantor Kementerian Kehutanan, dan hal itu sudah dijelaskan,” kata Julian di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Harrison Ford datang ke Indonesia dalam rangka syuting film dokumenter Years of Living Dangerously yang bercerita tentang kondisi lingkungan di Indonesia. Sebelum mewawancarai Presiden SBY hari ini dan Menhut Zulkifli Hasan kemarin, ia telah lebih dulu syuting di hutan Riau.

Seperti dikutip AsiaOne, Ford menyatakan deforestrasi telah meluas di Taman Nasional Riau Tesso Nilo. Ia lantas bertanya kepada Menhut kenapa pelaku deforestrasi tidak diseret ke pengadilan. Ford kesal karena deforestrasi di Indonesia berkontribusi terhadap pemanasan global. Zulkifli menjelaskan kepada Ford, perusakan hutan di Indonesia harus ditangani secara bertahap.

Setelah pertemuan antara Menhut dan Ford di Kemenhut itu, pagi ini beredar kabar via BlackbBerry Messenger (BBM) dari Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief yang mengatakan Ford telah berlaku tidak sopan selama berada di kantor Menteri Kehutanan. Dia naik ke meja ruang tunggu dan melompat berkali-kali. Andi berharap Ford dideportasi atas sikap tak sopannya itu.

Namun Menhut Zulkifli Hasan membantah aktor kawakan itu mengamuk dan naik ke meja di kantornya. Juru Bicara Presiden juga menolak mengomentari permintaan Andi Arief untuk mendeportasi Ford. “Saya tidak perlu menanggapi hal seperti itu,” kata Julian.

Yang jelas, kata Julian, pertemuan Ford dengan Presiden SBY hari ini berjalan baik dan penuh etika. “Sebagaimana kesopanan seseorang yang bertemu dengan Presiden, Ford mematuhi norma-norma. Pertemuan Ford dan Presiden sangat konstruktif. Pertemuannya sangat positif, pertanyaannya juga positif,” ujar dia.

Istana memandang positif pembuatan film dokumenter garapan Ford yang bertema lingkungan hidup dan perubahan iklim itu. Pembuatan film itu bersifat nirlaba atau tidak berorientasi pada keuntungan. “Memang semata ditujukan untuk kepentingan penyelamatan atau pelestarian hutan dan lingkungan, juga untuk mengatasi perubahan iklim,” kata Julian. (eh)


Baca Lainnya: 
Harrison Ford Mengamuk, SBY Pangggil Menteri Kehutanan
Harrison Ford Tanyai SBY Soal Kebakaran Hutan Riau
Harrison Ford Akan Wawancarai SBY
Agustus-September, Sumatera Selatan Dikepung Titik Api 

Harrison Ford Akan Wawancarai SBY

Kala Harrison Ford Semprot Menhut Zulkifli Hasan

Harrison Ford "Betul, dia keras," kata Zulkifi. 
Laporan: Aries Setiawan, Anggi Kusumadewi, Ita Lismawati F. Malau, Dwifantya Aquina, Maya Sofia -Selasa, 10 September 2013, 
VIVAnews - Aktor ternama Hollywood, Harrison Ford marah-marah kepada Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Apa sebabnya?
Harrison Ford marahi Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan
Aktor ternama Hollywood: Harrison Ford, 
Wakil Ketua LSM lingkungan, Conservation International
Presiden SBY berjabat tangan dengan Harrison Ford di Istana Negara.
Wawancara Horison Ford untuk SBY

Peristiwa itu terjadi saat pemeran utama film Indiana Jones itu berkunjung ke kantor Menteri Zulkifli, Senin 9 September 2013. Maksud kedatangannya adalah untuk mewawancarai Menteri dalam rangka pembuatan film dokumenter tentang lingkungan hidup, Years of Living Dangerously.

Seperti dikutip AsiaOne, Ford menanyakan Menhut soal kondisi hutan di Palangkaraya, Kalimantan, dan Riau.

Ford sudah mengunjungi Taman Nasional Tesso Nilo di Riau dan mendapati penggundulan hutan di sana. Menurutnya, deforestrasi di Indonesia telah berkontribusi terhadap pemanasan global.

Ia lantas bertanya kepada Menhut kenapa pelaku deforestrasi tidak diseret ke pengadilan. Karena dia sangat ingin melihat para pelaku penebang hutan ditangkap dan diadili di pengadilan.

Diketahui, Ford merupakan aktivis lingkungan hidup. Dia menjadi wakil ketua LSM lingkungan, Conservation International.

Menteri Zulkifli sulit memberikan memberi penjelasan kepada Ford soal berbagai upaya pemerintah Indonesia dalam menangani masalah lingkungan itu. Merasa tak mendapat jawaban yang pas, Ford pun marah.

"Dia sangat emosional. Selama wawancara dia marah-marah. Saya mengerti, dia mencintai binatang, lingkungan hidup, hutan, tapi...," Zulkifli tak melanjutkan kalimatnya. "Waktu wawancara sangat terbatas. Saya hanya diberi kesempatan memberi satu atau dua komentar."

Namun Zulkifli menilai, kemarahan Ford sebagai suatu hal yang wajar. Karena sebagai aktivis lingkungan hidup, Ford telah melihat langsung keadaan hutan di Indonesia yang rusak dan memperihatinkan.

Menhut mengatakan sudah berupaya menjelaskan kepada Ford bahwa pelaku perusakan hutan di Indonesia harus ditangani secara bertahap.

Zulkifli menyesalkan, karena semestinya dia diberi waktu untuk mendiskusikan terlebih dahulu materi yang akan dibahas sebelum diwawancarai Ford.

Wawancara yang berlangsung di ruang kerja Menteri itu, kata Zulkifli, berlangsung selama 3,5 jam. Pertemuan dimulai pukul 12.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Wawancara penuh sebagai bagian dari pembuatan film berlangsung sekitar dua jam. Sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk penataan cahaya dan diskusi lepas.

Menhut merasa tak punya kesempatan banyak untuk menjelaskan. "Karena wawancara hanya berlangsung singkat. Saya hanya menjawab beberapa kalimat," katanya.

Setelah pertemuan antara Menhut dan Ford di Kemenhut itu, beredar kabar via BlackbBerry Messenger (BBM) dari Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief yang mengatakan Ford telah berlaku tidak sopan selama berada di kantor Menteri Kehutanan. Dia naik ke meja ruang tunggu dan melompat berkali-kali.

Namun Menteri Zulkifli membantah kabar itu. "Itu tidak betul. Harrison Ford mendatangi kantor kami untuk mewawancarai saya guna membuat film dokumenter. Dia profesional saja, bikin film lalu langsung pergi," kata Zulkifli saat dihubungi VIVAnews.

Dia mengakui Harrison Ford memang bersikap keras kepada Kementerian Kehutanan. Tapi tidak sampai bertindak di luar batas. Karena wawancaranya berlangsung singkat, sehingga Zulkifli tidak bisa menjelaskan panjang lebar ke Ford.

"Betul, dia keras. Kami tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan duduk perkaranya," kata Zulkifli.

Dipanggil SBY
Akibat maraknya pemberitaan soal peristiwa itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa 10 September 2013, memanggil Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. SBY meminta klarifikasi kabar "ngamuknya" aktor Hollywood itu di kantor Kementerian Kehutanan.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden juga ikut memanggil Wakil Presiden Boediono, Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, dan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto.
"SBY ingin mendapat laporan sesuai yang diberitakan di media mengenai apa yang terjadi di kantor Kementerian Kehutanan, dan hal itu sudah dijelaskan," kata Julian di Istana Negara, Jakarta Pusat. Apa yang dijelaskan Menhut ke Presiden, Julian enggan membeberkannya.
Usai bertemu dengan para menterinya, SBY giliran menerima Harrison untuk diwawancara. Ford tiba di Istana Negara sekitar pukul 11.30 WIB melalui pintu khusus. Ford mewawancarai SBY masih terkait film dokumenternya.

Julian mengatakan, wawancara Ford dengan SBY berjalan lancar. Kata Julian, Ford fokus bertanya soal kebijakan pemerintah Indonesia terkait isu pemeliharaan lingkungan dan upaya untuk mengatasi perubahan iklim.

"Tadi disinggung hal-hal yang sifatnya lebih kepada isu-isu strategis dan bagaimana kebijakan pemerintah dalam mengelola, menangani, dan menyelamatkan lingkungan karena Indonesia dianggap memiliki kontribusi besar bagi lingkungan global," ujar Julian.

Dalam wawancara itu, Ford juga menyinggung soal kebakaran hutan di Taman Nasional Riau Tesso Nilo. Ada beberapa hal yang dilihat secara langsung oleh Ford di Riau, yang kurang begitu pas dibandingkan dengan situasi di hutan Kalimantan.

Menjawab pertanyaan Ford tersebut, Presiden SBY menegaskan pemerintah Indonesia berusaha menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

"Pemerintah berusaha melakukan hal-hal yang bersifat penegakan hukum terhadap praktik yang tidak sesuai dengan upaya pemerintah menjaga dan melestarikan lingkungan. Ini akan terus dipertegas dan diperkuat," kata Julian.

Film soal lingkungan hidup
Dilansir laman Huffingtonpost, Years Of Living Dangerously adalah sebuah serial dokumenter tentang perubahan iklim. Serial yang dijadwalkan tayang pada April 2014 ini, akan menyoroti tentang dampak perubahan iklim yang disebabkan manusia melalui narasi orang pertama.

Tak tanggung-tanggung, narasi akan dilakukan oleh sejumlah bintang top dunia, seperti Matt Damon, Alec Baldwin, Don Cheadle, dan Edward Norton, America Ferrera, Jessica Alba, Harrison Ford, dan Olivia Munn.

Selain selebritas itu, mereka yang terlibat dalam proyek ini antara lain pemenang Pulitzer Thomas Friedman dan Nicholas Kristof, kolumnis Mark Bittman, dan pengamat politik, Chris Hayes.

Serial Years of Living Dangerously juga diproduseri oleh aktor, jurnalis, dan produser ternama.

Sebut saja produser film Avatar, Titanic, dan Terminator, James Cameron. Kemudian ada pula produser The Avengers, Jerry Weintraub serta aktor Arnold Schwarzenegger. Ketiganya bertindak sebagai produser eksekutif.
Joel Bach, David Gelber, pakar perubahan iklim Daniel Abbasi juga akan bergabung dalam tim produser eksekutif.

Dalam serial dokumenter ini, setiap koresponden akan menggali dampak berbeda dari perubahan iklim. Mulai dari kerusakan yang ditimbulkan oleh Badai Sandy, pergolakan politik yang disebabkan kekeringan di Timur Tengah, hingga tingkat berbahaya emisi karbon yang dihasilkan dari deforestasi.

Seperti dilansir laman Facebook Years Of Living Dangerously, proyek ini bertujuan membuat masyarakat lebih peduli dengan perubahan iklim. Bagimana perubahan iklim mempengaruhi mereka dan apa tindakan yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi saat ini.

Serial Years of Living Dangerously rencananya akan tayang di saluran televisi kabel Amerika Serikat (AS), Showtime. Meski perubahan iklim telah lama menjadi topik hangat, isu tersebut kembali mengemuka pasca Badai Sandy yang menerjang sebagian Karibia dan AS pada tahun 2012 lalu.

"Kehancuran baru-baru ini di Pantai Timur adalah pengingat tragis dari hubungan langsung antara kehidupan kita sehari-hari dan perubahan iklim ," kata President of Entertainment untuk Showtime Networks, David Nevins.

Menurut rencana, Years of Living Dangerously dibagi menjadi enam hingga delapan segmen. Masing-masing segmen berdurasi sekitar satu jam. (eh)

Selasa, 10 September 2013

Debat Makanan Rekayasa Genetika Tak Kunjung Usai

Oleh Richard Schiffman
Bulan lalu sebuah situs populer menampilkan berita menarik: "400 Petani Hancurkan Tanaman Padi Penyelamat, dan Itu Hal yang Bagus.” 

Golden Rice (Foto: Reuters/Erik de Castro)
Awalnya dibuat untuk atasi bencana kelaparan dunia, sampai sekarang masih dilawan publik
Berita itu kemudian menjelaskan bagaimana massa di Filipina – bukan petani, seperti yang salah diklaim berita itu, namun beraneka ragam kelompok yang terdiri dari anak-anak perkotaan dan aktivis politik – menginjak-injak lahan pengujian Golden Rice, sebuah tanaman padi berwarna kuning cerah, yang varietasnya direkayasa secara genetika mengandung berbagai potongan DNA yang diambil dari jagung dan bakteri.

Golden Rice dirancang untuk mengandung kadar beta-karoten yang tinggi, zat pembentuk Vitamin A yang kurang dalam porsi makanan di Asia dan wilayah lainnya. Terdapat hingga satu juta kematian dan mungkin sebanyak setengah juta kasus kebutaan yang menimpa anak-anak setiap tahunnya disebabkan kurangnya Vitamin A.  

Insiden di Filipina itu bukan pertama kalinya para pendemo menghancurkan lahan-lahan tanaman rekayasa genetika (RG). Insiden perusakan lainnya meliputi kebun anggur di Prancis,  sugar beet di Oregon, kentang di Belgia, gandum di Australia – dan masih banyak lagi.

Namun perusakan terhadap padi yang berpotensi sebagai penyelamat dianggap sangat keterlaluan. Dan itu memicu kembali debat tak berkesudahan terkait makanan rekayasa genetika.

Tanaman-tanaman ini awalnya dibahas sebagai respons atas bencana kelaparan dunia. Dengan mengombinasikan material genetik dari beragam spesies, gandum, contohnya, bisa dibuat untuk bertahan dalam kondisi temperatur tinggi atau kekeringan, atau pisang bisa disilangkan dengan virus yang berfungsi sebagai vaksin bagi mereka yang mengonsumsinya.

Namun, para pengkritik teknologi ini memperingatkan bahwa hal itu berpotensi menghasilkan protein baru yang mungkin bersifat alergi, atau sebaliknya berbahaya bagi kesehatan manusia. Para pendukungnya membalas bahwa hal ini juga terjadi pada persilangan konvensional, yang berlangsung selama berabad-abad.

Pendapat ilmiah masih terbelah terkait tingkat risiko itu, namun mayoritas para peneliti di Amerika Serikat mengatakan belum ada bukti meyakinkan atas dampak yang membahayakan kesehatan. Namun karena teknologi yang relatif baru itu, mayoritas ilmuwan sepakat tes yang ketat perlu dilakukan pada basis kasus per kasus untuk menjamin keselamatan.

Masalah utamanya, Food and Drug Administration atau BPOM Amerika Serikat, masih bergantung pada produsen makanan RG untuk menilai keselamatan produk yang mereka miliki. Tidak ada verifikasi independen atas penilaian industri tersebut.

Maka tak mengejutkan ketika beberapa kelompok publik yang menaruh perhatian, bersikap skeptis atas aturan yang dibuat sendiri dan mengusulkan aturan yang lebih ketat. American Academy of Enviromental Medicine saat ini menyerukan moratorium makanan hasil rekayasa genetika, yang sebelumnya studi independen ini tertunda lama, guna menilai dampak makanan tersebut terhadap kesehatan manusia.

Namun bagi banyak orang, kontroversi terkait rekayasa genetika ini melampaui pertanyaan ilmiah dan menyentuh keyakinan fundamental mengenai integritas sifat alamiah dan batasan teknologi manusia. Beberapa, seperti para pendemo di Filipina, tampaknya memiliki keyakinan religius bahwa mengacaukan tatanan kehidupan merupakan kesalahan – bahkan jika itu menciptakan makanan yang berpotensi menyelamatkan seperti Golden Rice.

Penelitian dasar mengenai Golden Rice berawal dari satu setengah dekade lalu dan sesungguhnya didorong oleh perusahaan raksasa pertanian seperti Monsanto dan Syngenta serta LSM global termasuk Rockefeller dan Ford Foundations serta Bill and Melinda Gates Foundation.

Kendati demikian, proyek itu tetap sangat kontroversial. Sekarang, lebih dari 10 tahun setelah dipuji sebagai lompatan besar dalam sektor agrikultural dalam kisah utama majalah Time, Golden Rice belum bisa menjadi hidangan makan malam bagi mereka yang membutuhkannya.  

Hambatan teknologi serta paten dan regulasi terhadap pengembangan serta penggunaannya terbukti lebih sulit dari yang diperkirakan. Resistensi publik juga lebih keras. Perjuangan kelompok aktivis Greenpeace berhasil menghambat produser beras terbesar dunia, Cina, dari mengadopsi padi rekayasa genetika. Bahkan pengkritik moderat seperti guru makanan alami Michael Pollan mempertanyakan kemanjurannya.

Pollan baru-baru ini menulis di New York Times bahwa Golden Rice bukanlah “aplikasi mujarab seperti yang dipikirkan semua orang.” Secara bijak dia berpendapat, bahwa tanpa memperbaiki pola makan secara keseluruhan dan mengatasi kemiskinan Dunia Ketiga, menambahkan beta-karoten ke beras tidak cukup mengakhiri malnutrisi.

Dia juga menunjukkan bahwa beras merah, yang secara kandungan nutrisi lebih unggul dibandingkan Golden Rice, sebagian besar dijauhi oleh konsumen beras. Maka hanya sedikit alasan untuk berpikir bahwa varietas yang direkayasa secara genetika, dengan warna aneh pula, akan berdampak lebih baik.

“Saya bukannya takut atas hal itu,” kata Pollan. “Saya hanya berpikir produk itu hanyalah kemilau kecanggihan teknologi negara Barat.” Lebih baik mendorong orang untuk makan varietas buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin, seperti disimpulkannya, daripada memanipulasi beras ke dalam produksi nutrisi mikro tunggal yang alam tidak pernah berniat melakukannya. 

Bagaimana pun juga, faktanya, banyak orang di Bumi belahan selatan tidak mampu memenuhi pola makan yang berimbang, atau tidak memiliki akses ke pasar tempat produksi kualitas baik bisa dibeli. Suplemen Vitamin A sudah terbukti menurunkan tingkat kematian anak dari seperempat menjadi sepertiga. Jadi bukankah ini waktunya memberikan peluang bagi Golden Rice?

Sayangnya hal itu kemungkinan belum segera terjadi. Penentangan terhadap makanan rekayasa genetika semakin meningkat. Lebih dari 60 negara, termasuk Uni Eropa, Cina, Rusia, dan Brasil, sudah melarang atau membatasi penjualannya. Di Amerika Serikat, dewan legislatif negara bagian Connecticut dan Vermont menyerukan pemberian label bagi semua makanan RG, dan 28 negara bagian lainnya saat ini sedang mempertimbangkan aturan serupa.

Ironisnya, mayoritas penentang sengit atas teknologi ini berada di Dunia Ketiga – yang sebagian besar bisa mendapat manfaat dari hal itu. Pakar biologi India, Vandan Shiva menyebut Golden Rice sebagai “kuda Troya”, yang tujuan sebenarnya untuk memenangkan dukungan bagi rekayasa genetik. Dia menyebutnya sebagai “penipuan” yang dilakukan perusahaan-perusahaan negara Barat untuk menyingkirkan para petani miskin dan mengonsolidasikan kendali mereka atas agrikultur global dengan mengganti varietas alami dengan benih rekayasa genetik yang dipatenkan, yang tidak bisa disimpan dari panen namun perlu dibeli kembali dari perusahaan itu setiap tahunnya.

Namun pihak lainnya tidak begitu bersikap sinis. “Orang-orang yang mengembangkannya melakukan hal itu untuk alasan yang tepat,” ujar pakar genetika Richard Jefferson dalam Grist. “Mereka sungguh marah karena masalah kekurangan nutrisi mikro. Mereka berada di luar sana di sawah-sawah dan di desa-desa. Setiap pertemuan Rockefeller Foundation dilakukan di negara berkembang, dan kami berada di luar sana, mempelajari banyak hal dengan masyarakat tersebut.”

Jadi tidak demikian, Golden Rice bukanlah penipuan. Namun itu merupakan bentuk kekecewaan. Kekecewaan karena beras ini menjanjikan banyak hal, namun sejauh ini gagal untuk diwujudkan.

Beras ini juga sesungguhnya murni rekayasa genetika secara keseluruhan. “Keajaiban” teknologi yang dijanjikan Big Ag akan meningkatkan hasil pertanian, meningkatkan nutrisi dan rasa, mengurangi penggunaan pestisida, menciptakan tanaman anti-kekeringan dan membantu dunia yang kelaparan.

Rekayasa genetika menjadi landasan bagi keberhasilan komersil di Amerika Serikat – 60 persen hingga 70 persen makanan olahan di rak-rak supermarket Amerika mengandung bahan RG – namun tetap menjadi kegagalan hubungan masyarakat yang mencolok. Itu juga menjadi kegagalan agrikultur, mempercepat penyebaran secara tepat jenis tanaman tunggal yang intensif secara kimiawi dalam skala besar yang berbagai pakar pertanian peringatkan tidak akan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Meskipun telah diteliti selama 20 tahun dan 13 tahun komersialisasi, bioteknologi gagal untuk meningkatkan secara signifikan hasil agrikultur Amerika Serikat, menurut laporan terkini dari Union of Concerned Scientist, yang mengatakan bahwa pertanian organik seringkali melampaui produktivitas tanaman RG dalam basis per hektarnya. Atau rekayasa genetika mengurangi penggunaan zat kimia pertanian, seperti yang dijanjikan.

Reuters melaporkan bahwa varietas rekayasa genetika terkenal seperti jagung dan kedelai Monsanto Roundup Ready pada akhirnya membutuhkan lebih banyak herbisida dibanding kerabat konvensionalnya, sebagai akibat pengembangan tanaman yang tahan terhadap “gulma super” yang memerlukan dosis racun lebih tinggi untuk membasminya.

Namun jika rekayasa genetika tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan, tanaman itu sudah berhasil menyelesaikan apa yang telah direncanakan  menciptakan tanaman antihama yang sesungguhnya dirancang untuk menghadapi cercaan dari industri pertanian, dan bertahan lama di rak-rak supermarket.

Teknologi itu menjadi keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan-perusahaan seperti Monsanto, Bayer, dan Syngenta – serta para pemegang sahamnya. Entah hal itu bisa menguntungkan bagi kita semua dengan makanan yang lebih melimpah, aman dan bernutrisi, semua itu masih harus didemonstrasikan.

(Richard Schiffman merupakan pengarang dua buku biografi dan seorang jurnalis dengan spesialisasi di bidang lingkungan yang karyanya tampil di New York Times, The Washington Post, National Public Radio, dan berbagai media lainnya. Semua opini yang disampaikan di sini murni merupakan opini pengarang pribadi.) 


LPPOM MUI Halalkan Rekayasa Genetika dan Produknya

Anjing Pelacak Disiagakan di Pura Besakih

Amlapura (Antara) - Empat anjing pelacak disiagakan di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, menjelang kedatangan kontestan Miss World yang mengunjungi pura terbesar di Pulau Dewata itu.
"Kami siagakan sebanyak empat anjing pelacak untuk mengantisipasi gangguan keamanan," kata Wakil Kepala Polres Karangasem Kompol Sang Gede Sukawiyasa ditemui di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Rabu.
Anjing Pelacak Disiagakan di Pura Besakih
Menurutnya, anjing pelacak jenis "rottweiler" itu dikerahkan oleh Tim Satwa Polda Bali untuk mengendus hal-hal yang dianggap mencurigakan.
Ia menjelaskab bahwa Polres Karangasem mengerahkan 126 personel untuk mengamankan kedatangan para wanita cantik dari seluruh dunia itu.
Selain melibatkan petugas kepolisian, petugas dari Brimob dan Gegana Polda Bali juga turut dikerahkan membantu polisi setempat.
"Tak hanya itu, kami juga dibantu `pecalang` (petugas keamanan adat, red.), Linmas, dan TNI," ucapnya.
Rombongan para wanita cantik dan bertalenta dari 130 negara di dunia itu dijadwalkan berangkat dari Nusa Dua, Kabupaten Badung, sekitar pukul 06.00 Wita.
Iring-iringan rombongan para kontestan dikawal aparat kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, termasuk dua petugas polisi wanita dan Korps Wanita Angkatan Darat yang disiagakan di masing-masing bus yang mengangkut para kontestan.
Selama melakukan kunjungan ke pura yang terletak di kaki Gunung Agung itu, para kontestan akan berkeliling melihat keagungan pura dan melihat tradisi masyarakat setempat.
Ajang kontes kecantikan dunia yang telah berusia 63 tahun itu diikuti 130 kontestan dari seluruh dunia yang saat ini tengah memasuki masa penjurian.
Selama masa karantina dan penjurian di Pulau Dewata, mereka dinilai dari kecerdasan dan agenda misi sosial yang telah dibawa oleh para kontestan.
Rencananya final kompetisi kecantikan dunia itu akan digelar pada tanggal 28 September 2013 dan akan disiarkan di 160 negara di dunia. (03)

Berkelahi, anak Karni Ilyas sempat ngaku anggota polisi

MERDEKA.COM. Perkelahian antara Renold Bareno, anak wartawan senior Karni Ilyas, dengan Reney George Paul Karamoy (22) di food court lantai 3 Plaza Senayan, Jakarta Pusat, siang tadi tidak berhasil didamaikan oleh pihak sekuriti pusat perbelanjaan tersebut.
Berkelahi, anak Karni Ilyas sempat ngaku anggota polisi
Alih-alih damai, Renold malah menggertak dengan mengaku-ngaku sebagai anggota polisi. "Dia sempat ngeluarin kartu, katanya kartu anggota (polisi), tapi ngeliatinnya sekilas, dicepetin, saya ga sempet lihat jelas," kata seorang saksi yang tak mau disebutkan namanya.

Tidak hanya mengeluarkan kartu, kata saksi itu, Renold juga menelepon sejumlah orang yang diakuinya petinggi polisi. "Makanya polisi yang datang ke sini (PS) juga karena telepon dia," kata saksi itu.

Seperti diberitakan, perdamaian yang diupayakan pihak sekuriti tidak membuahkan hasil. Baik Reney maupun Renold sama-sama dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Bedanya, Reney dan wanita yang bersamanya menumpang mobil polisi. Sementara Renold dijemput seseorang yang mengendarai Porsche Cayenne warna putih.

Untuk diketahui, Karni Ilyas, ayah Renold adalah pemimpin redaksi tvOne yang juga mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Komisi negara itu bertugas mengawasi kinerja kepolisian.
Sumber: Merdeka.com

Polisi Masih Periksa Putra Karni Ilyas karena Berkelahi 

Minggu, 08 September 2013

Warga RAMAI-RAMAI Siapkan Uang Sogokan CPNS

Laporan Wartawan Tribun Lampung Ridwan Hardiansyah dan Heribertus Sulis
TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Hajat nasional berrnama seleksi atau penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), kembali dihelat. Proses pendaftaran baru saja dibuka pekan lalu.
Warga Ramai-ramai Siapkan Uang Sogokan CPNS
Seiring itu, pemerintah menjamin, rekrutmen PNS kali ini bakal bersih dari praktik kotor percaloan dan sogok menyogok. Sejumlah instansi hebat seperti Badan Intelijen Negara (BIN) hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan dilibatkan untuk memantau proses rekrutmen.
Meski demikian, tidak serta merta masyarakat meyakini bahwa proses seleksi bisa bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dengan keyakinan itu pula, sebagian masyarakat yang ingin mengikuti proses seleksi CPNS, bersedia membayar hingga ratusan juta rupiah demi bisa menjadi abdi negara.
Sugiyono salah satunya. Warga Lampung Tengah ini bahkan sudah jauh-jauh hari menyiapkan uang sogokan untuk memuluskan jalan bagi anaknya agar bisa menjadi PNS, mengikuti jejak sebagian besar anggota keluarganya yang lebih dahulu menyandang status pegawai negeri.
"Saya sudah siapkan uang Rp 50 juta tunai. Saya masih usahakan dana tambahan dengan menjual kebun karet. Insya Allah bisa laku Rp 100 juta. Asal ada yang menjamin anak saya diterima, saya berani bayar di atas Rp 100 juta," kata Sugiyono, Sabtu (7/9/2013).
Sugiyono mengaku, sedang mencari orang yang bisa dipercaya dapat memasukkan anak bungsunya menjadi PNS. Dengan modal Rp 150 juta, ia berharap bisa memberikan pekerjaan sebagai PNS yang dinilanya memiliki masa depan cerah bagi anaknya yang seorang sarjana hukum.
Menurut Sugiyono, dari informasi yang ia dapat dari kerabat dan relasinya, uang sogokan untuk menjadi PNS selalu naik setiap tahun. Sebelumnya, seorang rekannya yang memasukkan anaknya menjadi PNS di sebuah kabupaten sekitar tiga tahun silam, harus merogoh kocek Rp 100 juta. "Katanya harga pasarannya sekarang bisa Rp 150 juta," imbuhnya.
Uang sama banyaknya juga telah disiapkan Erik. Pria yang telah dua tahun lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana ekonomi akuntansi tersebut juga berani membayar Rp 100 juta untuk mendapatkan kursi PNS dengan wilayah tugas yang strategis. Warga Kota Metro ini tidak merasa rugi nantinya kehilangan uang ratusan juta rupiah asal betul-betul bisa menjadi PNS. "Kalau ada yang menjamin positif diterima, keluar uang segitu tidak rugi," katanya.
Bagi Erik, uang sogokan tersebut tak ubahnya modal kerja atau investasi yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan pekerjaan PNS. Bahkan, dibandingkan dengan investasi usaha yang belum jelas kelancarannya dan berisiko rugi, pilihan menyogok untuk menjadi PNS, bagi Erik, lebih memberikan kepastian masa depan.
"Gaji PNS minimal Rp 2 juta per bulan, setelah pensiun masih dapat gaji. Kalau kita buka usaha sendiri dengan modal Rp 100 juta, mau usaha apa sekarang. Iya kalau sukses, kalau  bangkrut? Mending duitnya buat masuk PNS, kalau nanti mau usaha, tinggak gadai SK buat modal," paparnya.
Erik mengaku telah mendapatkan informasi dari kerabatnya, ada pejabat di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang bisa membantunya menjadi PNS dengan uang sogokan sekitar Rp 100 juta. Namun, ia tetap bakal memastikan informasi tersebut agar tidak tertipu.
"Katanya orangnya minta uang muka dulu. Setelah pengumuman dan diterima, baru sisanya disetor," katanya tanpa memerinci besaran setoran uang muka.

Baca Lainnya:

Kamis, 05 September 2013

Rangkuman Berita Kamis 5 September 2013

Kamis (5/9) ini, kami kembali berbagi sejumlah berita yang perlu Anda baca, disertai juga lima berita paling banyak dibaca di Yahoo Indonesia sejak Kamis pagi hingga rangkuman ini dipublikasi.


Yang perlu Anda ikuti:
Selebtwit diwartakan ditahan
Jagat maya, tepatnya pengguna Twitter Indonesia, heboh karena kabar @benhan ditahan aparat. Sebelumnya Benny Handoko, pemilik akun itu, ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik setelah bekas anggota DPR Mukhamad Misbakhun melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Benny, melalui akunnya, sempat menyebut Misbakhun sebagai perampok Century.

Apple singkap iPhone baru 10 September
Apple diperkirakan akan meluncurkan sedikitnya satu rilis iPhone terbaru dalam acara yang terbuka untuk media, 10 September waktu AS. Belakangan ini, Apple disebut-sebut akan meluncurkan iPhone versi murah bagi konsumen yang ogah merogoh kocek terlalu dalam untuk membeli ponsel.

Polisi usut jaksa pamer pistol
Jaksa MP dari Kejaksaan Negeri Tigaraksa, Tangerang, kini jadi obyek penyelidikan Polda Metro Jaya. Si jaksa, di sebuah pom bensin beberapa hari lalu, menodongkan pistol pada petugas yang menegur istrinya karena memasukkan mobil dari jalan keluar dan mengganggu alur kendaraan lain.

Vatikan copot dubesnya karena kasus pedofilia
Vatikan mencabut Uskup Agung Josef Wesolowski dari Republik Dominika setelah media setempat memberitakan pria itu mencabuli anak di bawah umur. Tahta Suci memanggil Josef pulang ke Roma untuk mengikuti rangkaian penyelidikan terhadap dirinya. Di Republik Dominika, karena status diplomatiknya, Josef mendapat kekebalan hukum.

OJK yakin pasar modal masih kondisi baik
Meski nilai rupiah dan indeks saham di bursa nasional turun, Otoritas Jasa Keuangan masih yakin kondisi masih baik di tengah penarikan dana oleh investor asing. Kondisi ini dinilai sebagai peluang kepemilikan investor domestik di pasar modal. Selain itu, ada sejumlah perusahaan yang akan go public dan menerbitkan surat utang.

Yang terpopuler:
Bintang sinetron tewas di rumah kostnya
Adi Prahara Mahdisa, 32, ditemukan tewas di rumah kostnya di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (4/9). Rekan kerja mengatakan almarhum sempat mengeluh masuk angin sepekan sebelumnya. Adi tak menjawab kontak rekannya pada Senin dan Selasa, hingga akhirnya pemilik kost, ditemani ketua RT dan polisi setempat, mendobrak kamarnya.

Pemerkosa syok mengetahui korbannya pengidap HIV
Richard Thomas, dalam kondisi mabuk, menghampiri tetangganya. Perempuan itu lalu diperkosa. Yang tak Richard ketahui saat itu, si korban positif HIV. Saat diberitahu, ia pingsan bahkan dibawa ke rumah sakit. Ia masih harus menjalani tes untuk mencari tahu status kesehatannya.

Cristiano Ronaldo marah Mesut Ozil dijual
Banyak yang terkejut ketika Real Madrid menjual playmaker Mesut Ozil. Cristiano Ronaldo mengaku marah kepada klub, karena Ozil adalah pemain yang paling mengenal pergerakannya di depan gawang.

Galeri foto rumah mewah Celine Dion
Berpuluh tahun berkiprah di dunia musik, Celine Dion menjadi salah satu penyanyi perempuan terkaya dunia. Galeri ini menunjukkan rumah mewahnya di Florida Estate, AS, yang kini sedang dijual dengan harga Rp806 miliar.

Tunangan pedangdut mengaku anak menteri
Pedangdut Zaskia Gotik baru-baru ini bertunangan. Yang bikin heboh adalah munculnya sejumlah perempuan lain yang mengaku istri hingga pacar lelaki bernama Vicky Prasetyo itu. Salah satu "korban", Ade Nurul, sempat percaya dia anak menteri sehingga sulit diajak ketemu.